Home > tajdid linux > Sekilas MuGOS (Muhammadiyah Goes Open Source)

Sekilas MuGOS (Muhammadiyah Goes Open Source)

[ Sekilas ]
MuGOS (Muhammadiyah Goes Open Source) adalah sebuah gerakan yang terdiri dari warga Muhammadiyah (atau yang mendukung gerakan ini) yang mendukung terjadinya peng-opensource-an aplikasi komputer di lingkungan internal Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya. Artinya gerakan open source yang dilakukan oleh warga Muhammadiyah dan didedikasikan untuk masyarakat luas. Open source sendiri adalah suatu gerakan yang mengkampanyekan dibukanya kode sumber sebuah program komputer kepada publik. Adanya keterbukaan ini akan mengurangi ketergantungan pengguna kepada vendor tertentu (vendor-locked).

Di sini, penggunaan kata “open source” digunakan mewakili berbagai istilah yang semakna dan setujuan, seperti Free Software, Open Document, Open Resource, dsb. Sehingga makna open source di sini menjadi semangat keterbukaan untuk berbagai informasi dan pengetahuan serta keterbukaan akses terhadapnya secara adil kepada seluruh masyarakat. Lawan dari open source ini adalah proprietary (closed source), yakni kepemilikan software hanya dimiliki oleh orang tertentu saja (biasanya pembuatnya) sedangkan yang lain *hanya* diberikan izin menggunakan tanpa diberikan kebebasan untuk mengembangkan lebih lanjut software tersebut.

Contoh yang paling mudah dari software proprietary ini adalah Microsoft Windows. Pengguna yang ‘membeli’ Windows, sejatinya hanyalah membeli hak guna Windows tersebut, bukan membeli Windows secara utuh dimana pembeli bebas melakukan apa saja produk yang telah dibelinya. Dengan kata lain, pengguna hanya menyewa Windows tersebut seumur hidup. Kepemilikan Windows masih pada pembuatnya. Jika muncul versi baru, maka pengguna harus menyewa kembali Windows tersebut tanpa dapat mengembalikan atau menjual ulang Windows yang lama. Ketika pengembangan dihentikan, pengguna hanya bisa pasrah. Berbeda dengan software open source yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat umum, termasuk Muhammadiyah.

Hal lain yang biasanya selalu erat dengan istilah open source adalah lisensi. Open source bukan berarti tanpa lisensi. Open source justru memiliki berbagai macam lisensi yang semuanya memiliki ciri kebebasan akses terhadap kode sumber program/aplikasi tersebut. Juga adanya kemudahan distribusi kembali tanpa harus selalu membeli lisensi. Secara keuangan, hal ini tentu dapat mengurangi biaya untuk membeli lisensi yang (nilainya) biasanya mencekik. Dari sudut kemandirian, tentu akan meningkatkan kemandirian bangsa untuk mengembangkan berbagai program/aplikasi tanpa harus bergantung kepada vendor-vendor tertentu. Hal ini juga akan mengurangi tingkat penggunaan barang bajakan yang oleh MUI telah difatwakan *haram* hukumnya. Ini merupakan pelajaran berharga mengenai hak kepemilikan yang sangat dihargai dalam Islam.

Muhammadiyah sebagai organisasi modern tertua di Indonesia, seharusnya mulai melirik zona ini. Di zaman yang penggunaan Teknologi Informasi sedang berkembang dengan cepat kebutuhan akan sumberdaya yang mendukungnya tentu sangat mendesak diperlukan. Adanya gerakan open source ini tentunya akan sangat memudahkan pendistribusian dan akses ilmu pengetahuan ke seluruh masyarakat yang tentunya akan berdampak terhadap meningkatnya kadar keilmuan umat. Juga akan meningkatkan kemandirian organisasi di bidang Teknologi Informasi. Jika dipikir lebih global, ini dapat juga dikatakan sebagai bentuk perlawanan terhadap kapitalisme dan imperialisme yang selalu mengeksploitasi kekayaan negara-negara miskin. Dapat dikatakan inilah upaya pembebasan umat dari kemarjinalan menuju pencerahan teknologi.

Dengan open source, Muhammadiyah akan membantu diri sendiri dan masyarakat untuk menggunakan aplikasi secara legal dan mengurangi beban ekonomi. Muhammadiyah juga semakin mempunyai kekuatan untuk menguatkan kemandirian infrastrukturnya di bidang teknologi informasi.

Open source bukan berarti melawan atau anti, tetapi menyediakan alternatif yang lebih baik dan bermanfaat untuk umat. Inilah bentuk teknologi pembebasan untuk penyejahteraan umat. Insya Allah.

[ Tujuan Acara ]
Mengenalkan dan memasyarakatkan MuGOS di lingkungan Muhammadiyah dan ortom-ortomnya sebagai salah satu instrumen pembebasan dan dakwah teknologi.

Categories: tajdid linux
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: